deltadollar
Ia Memanggilku Tuan PDF Print E-mail
Art - Poem
Written by Administrator   
Thursday, 07 January 2010 00:00

Ia Memanggilku Tuan

Saya tak bermaksut menambah anggota keluarga.

Makhluk berkaki empat dan berekor masuk ke rumahku tampa salam.

Ia berkunjung ke setiap sudut ruangan mencari alas tidur.

Makhluk ini selalu menari-nari ketika saya makan.

Piring bekasku yang biasanya bersih, kini menyisakan makanan.

Sisa makanan dihidangkan di halaman rumah.

Secapat kilat makanan tersebut tersambar.

Saya menanggapnya sebagai anggota keluarga sendiri.

Saya biasa memanggilnya “puss…puss…pussy”.

Ia hanya bisa berteriak “Meong…Meong…Meong”.

Puss berarti sayang kemarilah.

Meong berarti tuan tolong beri saya makan.

Written by Delta Arif at Bandung Indonesia on Thursday, January 07, 2010

 

Last Updated on Sunday, 23 May 2010 00:44
 
Ketika Cinta Bersemi PDF Print E-mail
Art - Poem
Written by Administrator   
Thursday, 14 January 2010 00:00

Ketika Cinta Bersemi

Kamu tak asing bagiku.

Senyummu membuatmu tampak berbeda.

Pertemuan kali ini tersimpan dalam berangkas memori.

Kamu mengganggu belajarku.

Kamu membuyarkan kosentrasiku.

Kamu menghilangkan selera makanku.

Kamu mempercepat irama detak jantungku

Kamu mengubah semua rencana masa depanku.

Keluargamu menjadi pedoman.

Kebiasaanmu menjadi Ilmu Pengetahuan.

Keinginanmu menjadi nasi dalam piringku.

Kehidupanmu menjadi . . . . . .

Created by Delta Arif On 23 pm Thursday, January 14, 2010.

Created for Queen which I want to life with.

 

 
We are friend, Don't fight! PDF Print E-mail
Life Story - Best Friend
Written by Administrator   
Friday, 13 November 2009 07:00

We are friend, Don't fight!

A few days ego, I and two man of my friends (Mr. X and Mr. Y) discussed about Mr. X’s problem. Mr. X had to make great decision because source money and time were constrained. I see, Mr. X discussed seriously about his trouble but Mr. Y discussed jokingly. Mr. Y gave advise while laughing, then Mr. X hitted Mr. Y’s head “dug” and asked him to go away.

Spontaneously my emotional changed become “fear”, “sad” and “confused”, I didn’t like this situation. In other hand, Mr. Y didn’t move at all and didn’t stop his laughing. In my soul said that “macam mana awak ni mukul baturan maneh/yourself” and “You were not allowed to hit your friend in every condition”. Alhamdu lillah, that problem had been solved with great decision and we are still friend.

Similarly in the morning a few years ago, when I was preparing to go to school my father and my mother were conflict. Watching that made me cried, and went without breakfast and money at all. I am human, I would cry if I am in sad.

I don’t want losing family, friend and everything I love.

Written by Delta Arif at Bandung Indonesia on Friday, November 13, 2009

Last Updated on Sunday, 23 May 2010 00:34
 


Free template 'Feel Free' by [ Anch ] Gorsk.net Studio. Please, don't remove this hidden copyleft!